Monthly Archives: August 2011
NTT expects Rp 22.5b from yacht race
The East Nusa Tenggara (NTT) administration expects to earn Rp 22.5 billion (US$2.63 million) in revenues from the Sail Wakatobi-Belitong 2011 yacht race that will take place in part in the province.
A fleet of 109 yachts crewed by 456 sailors got under way from Darwin, Australia over the weekend for the rally that was scheduled to run until September.
East Nusa Tenggara Culture and Tourism Agency head Abraham Klakik said 82 of the yachts and their 328 crew members were expected to be in East Nusa Tenggara for 35 days for the event.
Assuming each person spends Rp 1 million per day during their time in the province, the administration expects Rp 22.5 billion in income, Abraham said as quoted by Antara news agency.
He said the province’s hopes were high that the event could help boost tourism and improve the economy.
Abraham added the yacht race contestants would visit 11 East Nusa Tenggara regions: Kupang, Alor, Lembata, Maumere, Ende, Riung, Roten Ndao, Sabu, East Sumba, Central Sumba and Labuan Bajo.
Waspadai Gelombang Tinggi di Selatan NTT
Masyarakat sepanjang pesisir selatan Nusa Tenggara Timur dan para nelayan setempat harus mewaspadai gelombang tinggi dan angin kencangan di perairan itu. Pengangkutan bahan kebu tuhan pokok antara pulau dan kabupaten selama masa puasa, Ramadhan melalui laut, tidak boleh melebihi kapasitas.
Pelayaran kapal-kapal kecil termasuk nelayan tradisional sebaiknya menunda kegiatan di perairan sampai kondisi cuaca normal. Tranportasi laut antara pulau-pulau kecil jangan dipaksakan. Meski jarak tempuh hanya 20 -50 menit tetapi sangat beresiko bagi leyaran. Tinggi geliombang di pesisir selatan perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) sampai 4 meter.
Kepala Bidang Perhubungan Laut Dinas Perhubungan NTT Simon Nitbani di Kupang, Minggu (31/7/2011) mengatakan, wilayah perairan selatan NTT yang perlu diwaspadai antara lain selat Pukuafu yang antara Rote Ndao-Kupang, Laut Sawu, Laut Timor, dan Selat Sumba. Tinggi gelombang di peraian ini menncapai 4 meter de ngan kecepatan angin 25-35 km per jam.
Pemprov sudah menyurati seluruh kabupaten di Nusa Tenggara Timur agar waspadai pelayaran saat ini. Apalagi memasuki masa puasa, Ramadhan saat ini mobilitas pendudukan dan barang cenderung meningkat. Karena itu seti ap pelayaran selalu melapor dan meminta informasi dari Administrator Pelabuhan atau Adpel setempat, kata Nitbani.
Ia menyebutkan, kasus tenggelamnya Perahu Motor Sempurna Jaya dalam perjalanan antara Pulau Semau ke Kupang, Jumat (29/7) yang menewaskan sat u orang dan dua penumpang hilang sampai hari ini, sebagai peringatan bagi semua pelayaran perahu atau kapal kecil, berbobot mati dibawa 100 GT. Kejadian itu akibat juragan mengejar target setoran harian kepada pemilik perahu.
Para pengelola armada laut, pelayaran rakyat, angkutan feri dan kapal perintis tidak boleh mengejar target masukan (uang) selama bulan Ramadhan ini, dengan mengabaikan kapasitas muatan, dan pungutan yang melebihi ketentuan. Mereka harus membina operator perjalanan, dan juragan kapal atau perahu.
Pelayaran bagi kapal atau perahu kecil dioperasikan, setelah ada informasi dari Adpel atau BMGK setempat bahwa situasi perairan di selatan NTT sudah layak dilayari. Karena itu para bupati, camat dan kepala desa di setiap pesisir selalu memant au aktivitas pelayaran di daerahnya masing-masing.
Surat peringatan itu sudah diedarkan pekan lalu, mudah-mudahan mereka sudah mensosialisasikan kepada masyarakat terutama di pesisir. Masyarakat juga harus waspada dan tidak boleh memaksakan kehendak untuk berlayar, kata Nitbani.
Kepala Stasiun Klimatologi Lasina Kupang, Purwanto mengatakan, tinggi gelombang saat ini antara 3-4,5 meter dan kecepatan angin 25-35 km per jam. Kondisi cuaca seperti ini akibat tekanan rendah di Australia sehingga menyebabkan angin kencang yang turut berpengaruh terhadap gelombang laut.